fakultasdakwah@uinkhas.ac.id (0331) 487550

Perempuan Indonesia di Era Digital: Lanjutkan Semangat Kartini Lewat Teknologi dan Kesetaraan

Home >Berita >Perempuan Indonesia di Era Digital: Lanjutkan Semangat Kartini Lewat Teknologi dan Kesetaraan
Diposting : Senin, 21 Apr 2025, 16:20:02 | Dilihat : 448 kali
Perempuan Indonesia di Era Digital: Lanjutkan Semangat Kartini Lewat Teknologi dan Kesetaraan


Jember, 21 April 2024 — Semangat Kartini tidak hanya dirayakan dengan kebaya dan upacara, tetapi juga melalui terobosan perempuan Indonesia di era digital. Data Kementerian Kominfo (2023) mencatat, 34% pendiri startup di Tanah Air adalah perempuan, sementara 65% UMKM berbasis digital dikelola oleh wanita. Tren ini mencerminkan transformasi peran perempuan dari sekadar penggerak domestik menjadi pemimpin inovasi teknologi.


Di tengah gelombang transformasi digital, perempuan Indonesia semakin aktif sebagai content creator, pengusaha e-commerce, hingga pemimpin startup. Nabila Aghni, pendiri platform edukasi finansial Financially, menyatakan, “Teknologi memberi ruang bagi perempuan untuk memberdayakan diri tanpa batas geografis. Saya membangun platform ini untuk membantu ibu-ibu mengelola keuangan keluarga.”

Meski kemajuan signifikan, kesenjangan akses dan stereotip gender masih menghambat. Survei BPS (2023) menunjukkan, hanya 42% perempuan di daerah terpencil yang memiliki akses internet stabil. Selain itu, 65% perempuan di bidang STEM (sains, teknologi, teknik, matematika) mengaku mengalami bias gender di tempat kerja.

Pemerintah dan organisasi masyarakat gencar menggalang program pemberdayaan. Misalnya, Kampus Merdeka Kemdikbud menyediakan beasiswa pelatihan coding bagi perempuan. Sementara itu, gerakan sosial seperti #PerempuanBisaDigital mendorong literasi teknologi melalui workshop di 100 desa.


Dr. Siti Nur Azizah, pakar gender dari UI, menekankan pentingnya kolaborasi multisektor: “Swasta perlu membuka lebih banyak program mentorship untuk calon pemimpin perempuan di bidang teknologi. Ini langkah konkret melanjutkan semangat Kartini.”

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, menyatakan, “Kami sedang menyusun roadmap kesetaraan gender di sektor digital, termasuk insentif bagi startup yang dipimpin perempuan.” Dengan kolaborasi ini, semangat Kartini diharapkan tidak hanya jadi simbol, tetapi aksi nyata menuju Indonesia yang inklusif.

Penulis : Aprilya Fitriani

;