Fakultas Dakwah Perkuat Kepedulian pada Lansia Lewat Seminar dan FGD Gerontologi
Jember, 21 November 2025 - Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember melalui Pusat Studi Kesejahteraan Lansia menggelar Seminar Gerontology dan Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah nyata untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kesejahteraan lanjut usia.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 21 November 2025, menghadirkan dua narasumber inspiratif: Prof. Dr. Drg. Tri Budi W. Rahardjo, Guru Besar Gerontology dari Universitas Respati Indonesia (URINDO), dan Farha Ciciek, pendiri Tanoker Jember yang dikenal aktif dalam gerakan pemberdayaan komunitas lintas generasi.
Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat, kedua narasumber mengajak peserta untuk melihat proses penuaan bukan sebagai beban, melainkan sebagai fase kehidupan yang penuh makna. Prof. Tri Budi menekankan bahwa gerontologi bukan sekadar ilmu tentang usia lanjut, tetapi tentang bagaimana manusia menjaga kualitas hidup di setiap tahap kehidupannya. “Perguruan tinggi memiliki peran penting untuk menumbuhkan kesadaran dan empati terhadap lansia. Ini bagian dari pendidikan kemanusiaan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Farha Ciciek berbagi pengalaman membangun komunitas Tanoker Jember yang menumbuhkan interaksi positif antara anak-anak, remaja, dan lansia. “Masyarakat yang ramah lansia adalah masyarakat yang merawat kasih lintas generasi,” tuturnya.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai pihak, mulai dari pengelola Fakultas Dakwah dan pengurus Pusat Studi Kesejahteraan Lansia, hingga perwakilan PSGA, LP2M, LBH UIN KHAS, Klinik UIN KHAS, PSTW Puger, Dinas P3AKB Jember, Yayasan Pesantren Lansia, Sekolah Eyang, Yayasan Abiyoso, dan Liposos Jember.
Melalui FGD yang digelar setelah seminar, peserta merumuskan sejumlah arah kerja pusat studi yang berpijak pada Tridharma Perguruan Tinggi. Dalam bidang pendidikan, disepakati untuk mengembangkan mata kuliah Gerontologi di Fakultas Dakwah agar mahasiswa memiliki pemahaman dan kepedulian terhadap lansia.
Sementara dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, Pusat Studi Kesejahteraan Lansia akan berfokus pada penguatan ekonomi masa lansia, penguatan spiritualitas, serta menjalin kemitraan dengan komunitas ramah lansia di berbagai daerah.
Ketua Pusat Studi Kesejahteraan Lansia UIN KHAS Jember menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar forum ilmiah, tetapi juga wujud komitmen kampus dalam memanusiakan kehidupan di usia senja. Melalui langkah ini, UIN KHAS Jember berharap dapat melahirkan gerakan akademik dan sosial yang lebih peduli pada kesejahteraan lansia—sebuah wujud nyata dari nilai dakwah yang menebar kasih, kepedulian, dan kebermanfaatan bagi sesama.



