Fakultas Dakwah dan Pemkab Bondowoso Perkuat Kerja Sama untuk Atasi Pernikahan Dini dan Optimalkan Program Desa
Bondowoso, 14 April 2025 – Fakultas Dakwah terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui Program Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa dan kerja sama strategis berbasis Permendagri Nomor 22 Tahun 2020. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mendukung tridharma perguruan tinggi, tetapi juga menjawab tantangan sosial seperti tingginya angka pernikahan usia dini di wilayah setempat.
Abdul Manan, selaku Kabag Tata Pemerintahan dan Kerjasama Setda Bondowoso, menyatakan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk Fakultas Dakwah, menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan aset. “Tahun 2024, Bondowoso telah menjalin kerja sama dengan 8 perguruan tinggi se-Jawa Timur. Namun, banyak MoU yang hanya bersifat jangka pendek dan tidak ditindaklanjuti sesuai kebutuhan desa. Karena itu, kami mendorong Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih konkret dengan DPMD,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, salah satu kendala utama adalah program yang dibawa perguruan tinggi seringkali belum terintegrasi dengan Rencana Kerja (Renja) desa, sehingga pembiayaan tidak maksimal. “Misalnya, program pemberdayaan masyarakat atau pendampingan hukum dari kampus harus selaras dengan prioritas desa agar tepat sasaran,” tambah Abdul Manan.
Fakultas Dakwah, melalui PPL mahasiswanya, telah aktif berkontribusi dalam pendampingan sosial dan keagamaan di Bondowoso. Namun, tantangan terbesar yang kini dihadapi Pemkab adalah upaya menekan angka pernikahan dini. “Pernikahan usia dini memicu lingkaran masalah: kebodohan melahirkan kebodohan, anak melahirkan anak, dan kemiskinan yang terus berulang. Kami bertekad memutus mata rantai ini melalui edukasi dan pendampingan intensif,” paparnya.
Dalam hal ini, Fakultas Dakwah diharapkan dapat mengoptimalkan peran melalui program penyuluhan keluarga, literasi hukum pernikahan, serta penguatan peran tokoh agama dan masyarakat. “Kerja sama dengan perguruan tinggi harus fokus pada output yang berdampak langsung, seperti peningkatan kapasitas SDM desa dan pendataan berbasis riset,” ujar Abdul Manan.
Di sisi lain, Dekan Fakultas Dakwah, Fawaizul Umam, menegaskan komitmen kampus untuk mendukung program Pemkab Bondowoso. “PPL bukan sekadar kegiatan kurikuler, tapi bagian dari tanggung jawab sosial kami. Melalui sinergi dengan DPMD dan desa, kami akan merancang program yang sustainable, termasuk pencegahan pernikahan dini,” jelasnya.
Dengan kolaborasi ini, diharapkan Bondowoso tidak hanya menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga contoh sukses integrasi program perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Penulis : Aprilya Fitriani



